Demi Kecerdasan Bangsa
Platform Pendidikan Indonesia
Jalan Pintu Air No. 6
Tangerang 15121
Phone: 087771975803
[email protected]
Brain Storming Kekerasan dalam Dunia Pendidikan
Tawuran Pelajar, Kapan Berakhir?
Asep Sapa'at. Nyawa pelajar melayang sia-sia, lagi dan lagi. Persis mengalami pengulangan yang sama. Aksi anarkis ala pelajar menambah catatan kelam di dunia pendidikan.
More....
Kompleksitas Tawuran Pelajar
Tb. Ronny R. Nitibaskara. Hanya sehari berselang dari pemakaman Alawy Yusianto, korban tawuran antara SMA 70 dan SMA 6, kembali terjadi tawuran dua kelompok pelajar SMK di bilangan Manggarai, Jakarta Selatan, yang juga menelan korban.
More...
Keluarga dan Pendidikan Moral
Joko Wahyono. Sampai hari ini, pendidikan masih dipercaya sebagai medium strategis untuk mengenalkan diri dan menanamkan nilai-nilai moral kemanusiaan kepada anak.
More...
Imlementasi Pancasila Untuk Redam Kekerasan Pelajar
Nikolaus Uskono. Beberapa pekan lalu, masyarakat dihehobkan dengan berita tawuran pelajar antara siswa SMAN 6 dan SMAN 70 yang menelan korban siswa SMAN 6 bernama Alawy Yusianto Putra.
More...
Di Luar Pagar Sekolah
Hasta Indriyana. Suatu sore, penulis menemani anak-anak usia SD membaca di sebuah perpustakaan dusun di pelosok Gunung Kidul, Yogyakarta. Di tengah keasyikan, seseorang bertanya, ”Lengkuas itu apa?”
More...
Pendidikan Moral Preman
Ali Mustafa Yaqub. Ketika diberitakan para pelajar melakukan tawuran sampai menimbulkan korban jiwa, seorang kawan berkomentar: ”Klop! Yang tua jadi intelektual maling, yang muda jadi pelajar preman.”
More...
Kekerasan di Sekolah
Muhammad Abduhzen. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi pendidikan yang disertai kekerasan baik di sekolah maupun perguruan tinggi.
More...
Intoleransi dan Kekerasan
Donny Gahral Adian. Sebuah republik dibangun dari segaris janji. Janji tentang kehidupan bersama yang adil dan beradab. Namun, di Republik ini janji tersebut berulang kali diingkari.
More...
Tawuran Pelajar Memprihatinkan Dunia Pendidikan
Sander Diki Zulkarnaen. Perkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar.
More...
Memutus Rantai Tawuran Pelajar
Doni Koesoema A. Memprihatinkan. Mengawali tahun ajaran baru dan bulan puasa, tawuran di beberapa sekolah negeri di Jakarta muncul lagi.
More...
Kurikulum Berbasis Kekerasan
Saifur Rohman.Orangtua murid satu sekolah swasta di Pondok Indah, Jakarta Selatan, melapor ke polisi karena anaknya menjadi korban kekerasan dalam acara orientasi sekolah. Hasil visum membuktikan ada sundutan rokok ke kulit korban oleh para seniornya.
More...
Tawuran dan Pelajaran Agama
Muhammad Guntur Romli. Perkara tawuran antarpelajar memang membuat pusing sekeliliingnya.
More...
Sejarah Tawuran Pelajar di Jakarta dari masa ke Masa
Rahib Tampati. Tawuran pelajar menjadi momok yang menakutkan pada era tahun 90 dan meledak begitu masif dan radikal di pertengahan tahun 1996.
More...
Menyetop Kekerasan di Sekolah
S. Sahalatua Saragih. Lagi-lagi kita dibuat bersedih hati setelah membaca berita tentang tindak kekerasan yang dilakukan oleh belasan siswa senior terhadap tiga siswa baru Sekolah Menengah Atas (SMA) Don Bosco Pondok Indah Jakarta (Republika, 27/7).
More...
Kekerasan dalam dunia pendidikan termanifestasi dalam berbagai macam bentuk, baik itu yang tampak nyata, berupa perilaku kekerasan fisik, maupun berbagai macam bentuk perundungan yang sifatnya psikologis, yang dampaknya tidak kalah merusak dibandingkan dengan kekerasan fisik. Kekerasan fisik dan psikologis apapun bentuknya, tidak boleh terjadi dalam dunia pendidikan kita.
Kekerasan dalam dunia pendidikan merupakan hot topik pertama yang kami bahas. Topik ini kami pilih karena persoalan kekerasan itu telah begitu menyesakkan nurani kita sebagai warga negara maupun pendidik. Telah banyak jiwa melayang sia-sia akibat kekerasan seperti tawuran pelajar, tawuran mahasiswa, ospek dan MOS sekolah, dll. Bagi kami, satu jiwa adalah tiada ternilai harganya. Karena di situlah terdapat cermin rasa penghargaan kita terhadap kemanusiaan. Pendidikan tidak pernah boleh menjadi tempat di mana bersemai berbagai macam perilaku kekerasan. Kekerasan adalah adalah cermin sebuah peradaban yang barbar. Kekerasan, apapun bentuknya tidak dapat diterima dalam dunia pendidikan.
Di Indonesia, kekerasan tidak berdiri sendiri. Ia ada dalam sejarah, tradisi yang telah terbentuk secara laten dan pelan, namun karena tidak segera direfleksi dan diatasi lantas menjadi kebiasaan yang kadang telah diandaikan begitu saja. Bahkan tidak pernah dipertanyakan lagi karena telah menjadi bagian dari rutinitas atau kebiasaan. Kekerasan juga tampil dalam berbagai macam perilaku di dalam masyarakat, melalui tindakan anarkis maupun melalui diseminasi kekerasan dalam berbagai macam media, cetak, elektronik, televisi dan tentu saja dunia maya. Kekerasan bisa muncul karena berbagai macam faktor, baik secara individu, seperti persoalan kepribadian, kedewasaan psikologis, atau dari dalam lingkungan, seperti di dalam lingkungan sekolah sendiri, di luar sekolah, maupun di dalam kehidupan bermasyarakat secara umum. Jika sebuah kebiasaan kekerasaan telah menjadi gaya hidup sebuah masyarakat, sekolah sebagai bagian dalam masyarakat bisa ikut terpengaruh. Berbagai macam persoalan seperti ini perlu diselesaikan dengan hati yang tenang, pemikiran yang jernih, serta tepat dalam menganalisis akar-akar persoalan. Kita tidak bisa sekedar bersikap reaktif atas persoalan dan kejadian sesaat. Ada tindakan yang perlu dilakukan secara cepat dan segera, namun ada pula persoalan yang perlu dilakukan dengan visi jangka jauh dan itu hanya bisa dimulai dari sekarang, yang hasilnya tidak kasat mata secara langsung, namun sesungguhnya sedang membangun sebuah fondasi yang kuat bagi pendidikan nasional kita. Sebuah pekerjaan yang melibatkan berbagai macam pihak, baik itu dari pihak sekolah, pendidik, orang tua, masyarakat dan pemerintah. Hanya dengan sinergi secara tepat seperti ini, persoalan besar dalam pendidikan nasional dapat terkelola dengan baik.
Dibutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk menilai, mengevaluasi dan menganalisis persoalan kekerasan dalam dunia pendidikan secara mendalam, sehingga dapat ditemukan pemecahan dari akarnya secara komprehensif, utuh dan menyeluruh. Pendekatan yang integral seperti ini tentu melibatkan berbagai macam pihak. Kami mengundang siapa saja warga bangsa yang memiliki pengalaman, pemikiran dan masukan terkait dengan fenomena kekerasan dalam dunia pendidikan untuk menyumbangkan pemikiran dan pendapatnya sehingga dapat ditemukan akar persoalannya dengan demikian kita bisa bersama-sama menemukan jalan keluar bagi pemecahannya secara utuh dan tahan lama. Kami tunggu sumbangan pemikiran dari Anda semua.