Platform Pendidikan Indonesia
Jalan Pintu Air No. 6
Tangerang 15121
Phone: 087771975803
[email protected]
Tentang Kami
Indonesia masa depan akan maju bila sejak kini ada yang memikirkan berbagai macam persoalan secara serius dan mendalam, serta memberikan indikasi dan masukan, melalui berbagai macam pemikiran yang mendasarkan diri pada data-data teoretis maupun melihat praksis di lapangan secara kritis, konstruktif dan integral.

Hidup matinya dunia pendidikan merupakan hidup matinya sebuah komunitas, masyarakat dan bangsa. Karena itu, kualitas pendidikan sangatlah vital bagi keberlangsungan sebuah bangsa, terlebih di zaman yang serba terhubung seperti sekarang ini, akselerasi pengembangan dan pembaharuan dalam dunia pendidikan tidak dapat diserahkan pada segelintir kelompok elite pemegang kekuasaan. Sebaliknya, kualitas pendidikan nasional akan meningkat dengan lebih cepat dan terbaharui dengan lebih efektif bila masing-masing individu dalam sebuah bangsa terlibat dan berperan aktif sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya. Tanpa kerjasama dan partisipasi aktif dari setiap warga Negara, cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa akan semakin jauh berada di depan.

Ada berbagai macam persoalan yang terjadi dan datang silih berganti yang telah menjadi tonggak-tonggak pengalaman, baik itu pengalaman jatuh dan pengalaman bangun bangsa ini dalam mengemban amanat Pancasila dan Konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Setelah kemerdekaan, kita dihadapkan pada persoalan  pembentukan karakter bangsa agar menjadi bangsa yang besar, lepas dari penjajahan, menghilangkan mental budak yang atau kompleksitas rasa rendah diri yang melanda bangsa ini. Belum selesai pembentukan karakter dalam rangka mengisi kemerdekaan sebagai pribadi dan individu, bangsa kita telah dihadapkan pada tantangan perkembangan kemajuan, sehingga seluruh dinamika pendidikan diarahkan pada tema pembangunan bangsa. Ini terjadi terlebih pada era Soeharto.

Kata ‘pembangunan’ yang identik dengan pola susun rancang bangun dalam dunia kearsitekan sangat identik dengan nama presiden Soeharto. SD Inpres yang sekarang sudah banyak yang roboh, merupakan hasil prestasi dan kerja keras Soeharto pada masa Orde Baru. Itulah pembangunan sekolah-sekolah paling massal yang pernah dialami bangsa ini.

Pada masa reformasi, segala hal yang berbau pembangunan fisik bergeser menjadi pembangunan karakter. Pendidikan Indonesia ingin kembali merebut perannya dengan meletakkan fokus dunia pendidikan pada sikap akhlak mulia sebagai pedoman utama. Akibatnya, istilah Pancasila dan Kebhinekaan menjadi hilang dalam diskusi dan wacana pendidikan nasional kita. Lupa pada akar dan fondasi bangsa inilah yang membuat dunia pendidikan kita semakin runyam. Justru semenjak reformasi, dunia pendidikan semakin mengalami karut marut tak berujung pangkal karena konsepsi kebijakan pendidikan yang sifatnya parsial, jangka pendek, bahkan banyak dipolitisasi ketika berhadapan dengan ancaman dan tantangan ekonomi global.

Pendidikan Indonesia disandera berbagai macam persoalan dan kepentingan, mulai dari kekerasan, kerapuhan sistem evaluasi, gagapnya pengembangan professional guru, kurikulum, komersialisasi pendidikan, persaingan bebas dan kapitalisasi pendidikan yang bisa meminggirkan anak-anak bangsa sendiri.

Di tengah situasi bangsa yang seperti ini, sebagai warga Negara yang sadar akan pentingnya mengurus, memelihara, mengarahkan, serta mengembangkan dunia pendidikan, kami merasa perlu untuk duduk bersama, menguji ketangguhan pemikiran anak-anak bangsa dalam rangka mengelola, mengembangkan dan menjaga kebaikan dan keunggulan dunia pendidikan di Indonesia. Untuk itu, kami mengajak segenap warga bangsa untuk ikut serta menjaga dan mengawal pertumbuhan pendidikan Indonesia agar menjadi sarana yang lebih baik dan efektif dalam rangka cita-cita besar mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dari gagasan inilah lahir pemikiran untuk membangun sebuah platform pendidikan Indonesia. Platform Pendidikan Indonesia ini memperoleh dukungan besar dari Bapak Fasli Jalal, Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional, yang hingga kini masih terlibat dan terus bekerja bagi perbaikan pendidikan nasional Indonesia. Ini adalah sebuah ruang bagi warga Negara agar dapat berpartisipasi dalam perbaikan dan pembaharuan dunia pendidikan di Indonesia sesuai dengan tugas dan kewajiban khas mereka sebagai warga Negara.

Brain Storming Kekerasan dalam Dunia Pendidikan

Tawuran Pelajar, Kapan Berakhir?
Asep Sapa'at. Nyawa pelajar melayang sia-sia, lagi dan lagi. Persis mengalami pengulangan yang sama. Aksi anarkis ala pelajar menambah catatan kelam di dunia pendidikan.
More....

Kompleksitas Tawuran Pelajar
Tb. Ronny R. Nitibaskara. Hanya sehari berselang dari pemakaman Alawy Yusianto, korban tawuran antara SMA 70 dan SMA 6, kembali terjadi tawuran dua kelompok pelajar SMK di bilangan Manggarai, Jakarta Selatan, yang juga menelan korban.
More...

Keluarga dan Pendidikan Moral
Joko Wahyono. Sampai hari ini, pendidikan masih dipercaya sebagai medium strategis untuk mengenalkan diri dan menanamkan nilai-nilai moral kemanusiaan kepada anak.
More...

Imlementasi Pancasila Untuk Redam Kekerasan Pelajar
Nikolaus Uskono. Beberapa pekan lalu, masyarakat dihehobkan dengan berita tawuran pelajar antara siswa SMAN 6 dan SMAN 70 yang menelan korban siswa SMAN 6 bernama Alawy Yusianto Putra.
More...

Di Luar Pagar Sekolah
Hasta Indriyana. Suatu sore, penulis menemani anak-anak usia SD membaca di sebuah perpustakaan dusun di pelosok Gunung Kidul, Yogyakarta. Di tengah keasyikan, seseorang bertanya, ”Lengkuas itu apa?”
More...

Pendidikan Moral Preman
Ali Mustafa Yaqub. Ketika diberitakan para pelajar melakukan tawuran sampai menimbulkan korban jiwa, seorang kawan berkomentar: ”Klop! Yang tua jadi intelektual maling, yang muda jadi pelajar preman.”
More...

Kekerasan di Sekolah
Muhammad Abduhzen. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi pendidikan yang disertai kekerasan baik di sekolah maupun perguruan tinggi.
More...

Intoleransi dan Kekerasan
Donny Gahral Adian. Sebuah republik dibangun dari segaris janji. Janji tentang kehidupan bersama yang adil dan beradab. Namun, di Republik ini janji tersebut berulang kali diingkari.
More...

Tawuran Pelajar Memprihatinkan Dunia Pendidikan
Sander Diki Zulkarnaen. Perkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar.
More...

Memutus Rantai Tawuran Pelajar
Doni Koesoema A. Memprihatinkan. Mengawali tahun ajaran baru dan bulan puasa, tawuran di beberapa sekolah negeri di Jakarta muncul lagi.
More...

Kurikulum Berbasis Kekerasan
Saifur Rohman.Orangtua murid satu sekolah swasta di Pondok Indah, Jakarta Selatan, melapor ke polisi karena anaknya menjadi korban kekerasan dalam acara orientasi sekolah. Hasil visum membuktikan ada sundutan rokok ke kulit korban oleh para seniornya. More...

Tawuran dan Pelajaran Agama
Muhammad Guntur Romli. Perkara tawuran antarpelajar memang membuat pusing sekeliliingnya.
More...

Sejarah Tawuran Pelajar di Jakarta dari masa ke Masa
Rahib Tampati. Tawuran pelajar menjadi momok yang menakutkan pada era tahun 90 dan meledak begitu masif dan radikal di pertengahan tahun 1996.
More...

Menyetop Kekerasan di Sekolah
S. Sahalatua Saragih. Lagi-lagi kita dibuat bersedih hati setelah membaca berita tentang tindak kekerasan yang dilakukan oleh belasan siswa senior terhadap tiga siswa baru Sekolah Menengah Atas (SMA) Don Bosco Pondok Indah Jakarta (Republika, 27/7).
More...


Suara Ahli
Diskusi Terbatas

Rekomendasi