Pijar Newsletter

Bersama Guru Mencerdaskan Bangsa

best practices

Belajar Sejarah untuk Masa Depan

Belajar sejarah sering terasa membosankan. Ini karena yang kita pelajari hanya berisi dengan hafalan tentang tokoh dan tahun. Sejarah tidak pernah terkait dengan kehidupan kita saat ini dan di sini. Proyek EUROCLEO ini menawarkan cara pendekatan lain dalam belajar sejarah. Sejarah dipakai sebagai proyek untuk mendesain masa depan sebuah bangsa yang di masa lalu tercabik-cabik oleh perpecahan dan konflik. Pelajaran sejarah bisa menjadi sarana bagi promosi pemecahan konflik secara damai dan bermartabat.

 

Sejarah sering dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan karena hanya berisi dengan hafalan tentang tokoh dan tahun. Selain itu, dalam sebuah masyarakat yang berkonflik, sejarah bisa dimanipulasi demi kepentingan kelompok, masyarakat, atau bangsa tertentu. Best Practices kali ini kita akan belajar dari program History in Action: Planning for the Future. Proyek pembelajaran sejarah yang dilakukan oleh EUROCLIO (Euroean Association of History Educators) ini bertujuan untuk mempergunakan pembelajaran sejarah sebagai sarana untuk memecahkan konflik dan mempromosikan perdamaian di negara-negara Balkan, seperti Boznia-Herzegovina, Croatia dan Serbia.

 

Proyek EUROCLEO mempergunakan bahan-bahan sejarah di Bosnia, Croatia, dan Serbia yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas dan demokrasi melalui nilai-nilai kerjasama, kesadaran kritis dan rasa saling menghargai satu sama lain. Proyek ini telah diterapkan sejak 2005 sampai 2008 dan melibatkan para pendidik yang berasal dari berbagai macam etnik, lintas batas, untuk merefleksikan persoalan sejarah dalam rangka membangun masa depan yang lebih baik di Negara mereka masing-masing.

 

Hasil dari kolaborasi itu adalah sebuah buku teks sejarah yang sifatnya lintas batas berjudul Ordinary People in an Extraordinary Country, Everyday Life in Bosnia-herzegovina, Croatia and Serbia 1945-1990. Yugoslavia between East and West, yang terdiri dari 20 modul inovatif. Sarana pembelajaran ini disebarluaskan dan dipraktikkan melalui kegiatan-kegiatan seminar dan pelatihan di tiga Negara yang diorganisasi oleh Asosiasi Guru Sejarah Independen dan Antar-etnis. Kelompok ini terus bekerja menyebarluaskan model pembelajaran sejarah yang inovatif, bahkan sekarang ini mereka memperluas jaringan kerjasama mereka dalam rangka membahas isu-isu sejarah yang sensitive Negara-negara Balkan, dan mulai melebarkan proyek mereka ke Kosovo, Republik Macedonia, Montenegro dan Slovenia. Mereka juga mengembangkan modul-modul online, modul pembelajaran yang inklusif dan multi-perspektif dengan fokus pada sejarah di daerah pada periode 1900-1945.

 

Proyek History in Action: Planning for the Future sekarang ini telah menjadi bagian dari program EUROCLIO yang lebih luas, yang disebut dengan History that Connects - How to Teach Sensitive Topics in the Countries of Former Yugoslavia. Program ini mencoba membangun pengalaman pembelajaran pendidikan sejarah di Negara-negara Balkan bagian barat untuk meningkatkan perdamaian, demokrasi, toleransi dan pemikiran kritis.

 

Program History that Connects juga akan dilaksanakan sebagai Proyek Nasional di berbagai Negara-negara bekas Rusia, seperti di Republik Macedonia. Proyek ini melibatkan 80 guru sejarah dari Macedonia, Balkan bagian barat, yang bersifat multietnik dengan latarbelakang tradisi agama yang berbeda.

 

Target program ini adalah pembelajaran sepanjang hayat bagi para siswa dan pendidik yang memperoleh pengalaman memahami sejarah melalui program ini. Yang jelas, sejarah yang mereka pergunakan sebagai materi pembelajaran menjadi sangat menarik karena selain bersifat interaktif, online, juga memberikan kesadaran bersama sebagai sebuah bangsa yang mesti menatap di masa depan untuk meraih perdamaian dan kehidupan yang lebih baik. Sejarah, mestinya menghubungkan manusia dan meningkatkan derajat kemanusiaan, terlepas dari konflik masa lalu yang telah mereka alami. (dka)

 

Arsip Best Practices

arsip best practices

Ganti Menteri Ganti Kurikulum - Guru Tetap Guru

Perubahan kurikulum menyisakan berbagai macam tanggapan dan reaksi. Sikap reaktif bukanlah ciri khas guru.

Pekerjaan Rumah Pasca Sertifikasi

Pasca sertifikasi, masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah agar pengembangan profesionalisme guru tetap berjalan dengan baik.