Desain PK Berbasis Komunitas

Proposal Lokakarya sehari (Seri 5)
Desain Pendidikan Karakter Berbasis Komunitas


I. LATAR BELAKANG

Lembaga pendidikan tidak dapat berdiri sendiri dalam melaksanakan misinya. Ia bukanlah sebuah lembaga yang terpisah dari masyarakat sekitar, atau bebas dari campur tangan dan keterlibatan pihak lain. Banyak orang berkepentingan dengan pengembangan pendidikan. Sayangnya, seringkali lembaga pendidikan kurang mampu mendefinisikan peranannya di tengah berbagai macam tuntutan masyarakat. Bahkan, seringkali hubungan yang tidak seimbang terjadi antara lembaga pendidikan dengan lembaga lain di luar dirinya, seperti negara dan masyarakat.

Pendidikan karakter berbasis kultur sekolah membahas bagaimana lembaga pendidikan bisa menyertakan banyak pihak di luar komunitas sekolah dalam mewujudkan misinya. Hubungan seperti ini mestinya tetap dijiwai dengan semangat pendidikan, sehingga semua pihak yang terlibat benar-benar menghayati prinsip-prinsip pendidikan dalam melaksanakan peranan mereka.

Masalahnya adalah bahwa seringkali hubungan antara sekolah dengan pihak di luar sekolah bersifat otoritatif, manipulatif, dan seringkali koersif. Bagaimana lembaga pendidikan dapat mendesain pendidikan karakter efektif, berdasarkan prinsip-prinsip pedagogi pendidikan, namun serentak tetap mampu mendengarkan inspirasi dan harapan komunitas di luar lembaga pendidikan, merupakan hal paling dasar yang perlu dikembangkan dalam mengembangkan pendidikan karakter di sekolah. T

ema ini mengupas tuntas bagaimana lembaga pendidikan mesti memandang lembaga lain sebagai partner, yang sifatnya kolaborarif, namun sekaligus kritis dan membangun.

II. TUJUAN LOKAKARYA

● Peserta mampu memahami konsep-konsep dasar berkaitan dengan desain pendidikan karakter berbasis komunitas (ranah kognitif).

● Peserta memiliki kemampuan dan ketrampilan untuk mendesain pendidikan karakter berbasis komunitas (ranah psikomotorik).

● Tumbuhnya kreativitas, kedalaman refleksi guru, keterbukaan individu dan sekolah dalam mendesain modul pendidikan karakter berbasis komunitas (ranah afektif).

III. MATERI

1. Konsep dasar desain pendidikan karakter berbasis komunitas

2. Sekolah dan orang tua (memaksimalkan peran pemangku kepentingan utama)

3. Sekolah dan Masyarakat

4. Sekolah dan Media

5. Latihan mendesain pendidikan karakter berbasis komunitas

6. Simpulan (Review)

IV. SASARAN PESERTA

Workshop ini ditujukan secara khusus untuk untuk ketua yayasan, pemilik sekolah (owner), kepala sekolah (principal), direktur sekolah dan guru yang berada dalam SATU UNIT lembaga pendidikan. Akan lebih baik kalau dalam jenjang pendidikan yang sama. Jumlah peserta maksimum 50 orang.

V. REFERENSI

Doni Koesoema A. 2010. Pendidikan Karakter, Strategi Mendidik Anak di Zaman Global (Cetakan kedua, edisi revisi dari 2007), Grasindo: Jakarta.

VI. PEMBICARA

Doni Koesoema A. M.Ed. Lahir pada 1973 di Klaten Jawa Tengah. Menjalani pendidikan menengah di SMA Santo Vincentius a Paulo, Garum, Blitar, Jawa Timur (1989-1992). Gelar Sarjana Filsafat diperoleh di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta (1998) dengan skripsi berjudul, “Keadilan dari Sudut Pandang Liberalisme Politis Menurut John Rawls.” Memperoleh gelar baccalaureato (setaraf sarjana strata-1) dari Universitas Gregoriana, Roma, Italia (2002-2005). Mengikuti Kursus Pedagogi Sekolah dan Pengembangan Profesional pada facoltâ della Scienza dell’Educazione (fakultas Ilmu Pendidikan) di Universitas Salesian, Roma, Italia (2005-2006). Memperoleh gelar Master Pendidikan pada Jurusan Kurikulum dan Pengajaran (Curriculum and Instruction) di Boston College Lynch School of Education, Boston, MA, US (2008).

Pernah menjadi guru, formator, staf pendidik dan direktur sekolah. Memiliki keahlian dalam pengembangan kurikulum dan profesionalisme guru. Pengembang dasar-dasar basis filsafat dan pedagogi bagi pendidikan karakter dalam konteks keindonesiaan.

Penulis artikel pendidikan di harian nasional KOMPAS, Media Indonesia, dan Majalah Kebudayaan BASIS. Penulis buku Pendidikan Karakter, Strategi Mendidik Anak di Zaman Global, Grasindo, 2007 (Cetakan kedua 2010), dan Pendidik Karakter di Zaman Keblinger, Mengembangkan Visi Guru sebagai Pelaku Perubahan dan Pendidik Karakter, Jakarta, Grasindo, 2009. Memperoleh Penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional sebagai Penulis artikel yang produktif tentang pendidikan di media cetak dalam rangka Apresiasi Penulis Artikel Peduli Pendidikan 2008-2009.

 VII. Kontak Person

 Ms. Evy Anggraeny (087771975803)

 E-mail : [email protected]

News


Archive



Design by In Obscuro