Lokakarya Puskurbuk tentang Pendidikan Karakter
Para peserta diskusi dengan Tema Perbandingan Praksis Pendidikan Karakter di Negara Asia Tenggara dan Asia Timur.
Pendidikan karakter mendesak untuk dilaksanakan, apalagi tahun ini Presiden akan mencanangkan Gerakan Nasional Pendidikan Karakter. Rencananya, pendidikan karakter akan diterapkan di seluruh tingkat pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai perguruan tinggi (PT) mulai tahun ajaran baru 2011/2012.
Hadir dalam lokakarya tersebut berbagai macam praktisi pendidikan dari daerah, serta pemerhati dan pengembangan pendidikan karakter utuh dan menyeluruh, Doni Koesoema A. “Pendidikan karakter akan efektif jika diterapkan di tingkat satuan pendidikan melalui pengembangan program yang terstruktur, di mana ada buku panduan, serta pelatihan yang diperlukan bagi guru sebagai pendidik karakter,” ujar Doni.
Lokakarya dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu Bahan Pelatihan dan Sosialisasi, Panduan Pelaksanaan, Pemetaan kegiatan unit utama, Best Practice dari sekolah maupun studi perbandingan dari Negara-negara lain di Asia Timur dan Asia Tenggara (Jepan, Korea Selatan, China dan Singapura).
Hadir sebagai narasumber untuk memperdalam pendidikan karakter di Korea Selatan, Im Sung Il, Kepala Sekolah Jakarta International Korean School. “Yang mendorong perubahan masyarakat korea untuk maju, selain karena dampak kehancuran karena perang, kami tidak memiliki kekayaan alam yang baik, jadi kami hanya bermodalkan orang dan pemikiran. Sikap kreatif dan inovatif itu sangat dipentingkan. Karena itu, masyarakat Korea Selatan sangat menghargai pendidikan dan memacu anak-anak mereka untuk dapat masuk ke perguruan tinggi,” ujar Im.