Sebagai praktisi dan pemerhati pendidikan, Pak Doni telah lama menggeluti pendidikan karakter. Buku-bukunya tentang pendidikan karakter banyak menjadi rujukan. Tulisan opininya kerap muncul di Koran Nasional Kompas. Ini menjadi bukti bukan hanya produktivitas dan kreativitasnya sebagai penulis, melainkan juga menunjukkan komitmen dan perhatiannya pada dunia pendidikan nasional.

Pendidikan karakter merupakan bagian esensial dalam proses pendidikan. Ini merupakan amanat dari pasal 3 Undang-Undang Sisdiknas yang menyatakan bahwa, “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta beradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. Di sisi lain, tujuan pendidikan adalah “untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,  sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang bertanggungjawab”

Untuk mengembangkan pendidikan karakter secara lebih sistematis, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki telah menerapkan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. Gerakan PPK yang secara legal diperkuat dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Dalam implementasinya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menetapkan tiga pendekatan dalam implementasi Penguatan Pendidikan Karakter, yaitu pendidikan karakter berbasis kelas, budaya sekolah dan masyarakat (keluarga), atau komunitas. Tiga pendekatan ini sesungguhnya ingin mengembalikan jiwa dan roh pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan dengan menggemakan kembali pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga (orangtua) dan masyarakat.

Sudah ada banyak penulis yang membahas tema pendidikan karakter. Salah satunya adalah Pak Doni Koesoema A. Sebagai praktisi dan pemerhati pendidikan, Pak Doni telah lama menggeluti pendidikan karakter. Buku-bukunya tentang pendidikan karakter banyak menjadi rujukan bagi calon guru, dan tulisan opininya kerap muncul di Koran Nasional Kompas. Ini menjadi bukti bukan hanya produktifitas dan kreativitasnya sebagai penulis, melainkan juga menunjukkan komitmen dan perhatiannya pada dunia pendidikan nasional. Tulisannya tentang pendidikan memberikan kontribusi bagi kekayaan wacana dan diskursus pendidikan nasional, serta memberikan solusi bagi kompleksitas permasalahan pendidikan di Indonesia.


Leave a Reply

Your email address will not be published.