Kepada Antara di Jakarta, selasa Bathoegana mengatakan, "Saya kira kita semua harus mendukung rencana Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) untuk hal itu." Kalau perlu, kata Sutan Bathoegana, juga dibarengi dengan mata pelajaran `Budi Pekerti`.
"Ini penting, agar nanti kita dapat menghasilkan anak-anak Bangsa Indonesia yang antikorupsi, sekaligus mempunyai budi pekerti yang baik serta bertingkah laku sesuai dengan etika, akhlak, dan moral budaya bangsa kita," katanya.
Secara terpisah Anggota Komisi X DPR RI yang juga dari Fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh meminta hal ini digencarkan dan disosialisasikan secara besar-besaran termasuk melalui media massa.
"Seperti pak Sutan, saya setuju ditambah dengan pendidikan budi pekerti. Malah, budi pekerti inilah sesungguhnya dasar utamanya," kata mantan Putri Indonesia tersebut.
Dalam kaitan ini, Angelina Sondakh menganggap sangat mendesak pendidikan dan pengajaran berkaitan dengan peningkatan disiplin di segala bidang.
"Ini memang bagiannya budi pekerti `kan. Jadi, kita bentuk generasi baru yang lebih dan semakin berdisiplin, apakah itu disiplin berlalu lintas, menghargai ketepatan waktu dan menepati janji, membangun tenggang rasa termasuk budaya antre, belajar hidup dalam keberagaman dll," ungkapnya.
Angelina Sondakh menambahkan, model pramuka dan aktivitas `outbond` merupakan alternatif pendidikan terbaik untuk pembentukan budi pekerti luhur serta karakter bangsa.
"Juga yang tak kalah pentingnya menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air, patriotisme dan spirit kebangsaan melalui berbagai modal pendidikan yang memasukkan unsur-unsur kearifan lokal, mengunjungi tempat-tempat bersejarah, wisata pelajar ke kawasan perbatasan atau pulau terluar, menikmati alam indah ciptaan Tuhan dan seterusnya," urainya.
Jika semua ini dikemas dengan menarik, menurut Angelina Sondakh, akan mampu membentuk sikap mental anak bangsa Indonesia yang dapat diandalkan, dan tentunya anti korupsi, mencintai rakyat serta sigap membela kepentingan bangsanya.
Menanggapi Bathoegana dan Angelina, Doni mengatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan Buku Panduan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 2010, yang intinya mengatakan bahwa pendidikan karakter bangsa akan dilaksanakan secara terintegrasi dengan kurikulum yang sudah ada.
”Memberikan mata pelajara anti-korupsi dan budi pekerti akan menambah beban belajar para siswa. Kultur sekolah yang menegakkan integrasi akademiklah yang perlu dikembangkan oleh lembaga pendidikan, bukan menambah pelajaran baru,” ujar Doni.
Doni menambahkan, buku pedoman yang telah dikeluarkan pemerintah tentang pendidikan budaya dan karakter bangsa perlu direalisasikan sampai praksis pengajaran di kelas. ”Jangan sampai, para guru hanya sekedar menambahkan kolom nilai pada RPP, sementara praksis di kelas tidak ada,” ujarnya.
Sumber: Dari berbagai sumber |