| |
��
|
|
Penjarahan, lepas kerudung dan sobek rok
|
28-04-2010 |
Penjarahan, lepas kerudung dan sobek rok, serta coret baju seragam, serta kencan di sejumlah tempat wisata, seperti di Pantai Talang Siring, Jumiang, dan di Api Tak Kunjung Padam, Desa Tlanakan, Pamekasan mewarnai pesta kelulusan UN di Pamekasan. Ada apa dengan anak-anak kita?
PAMEKASAN, KOMPAS.com — Bupati Pamekasan, Madura, Kholilurrahman menyatakan sangat prihatin atas aksi penjarahan para siswa saat konvoi kelulusan, Senin (26/4/2010). "Itu sangat |
|
mencemarkan nama baik lembaga pendidikan dan Pemkab Pamekasan," kata Bupati Kholilurrahman di Pamekasan, Rabu (28/4/2010).
Ia juga prihatin terhadap para siswa Pamekasan yang ketika konvoi melepas kerudung dan menggunting rok. "Itu tidak seharusnya terjadi karena ini merupakan Kota 'Gerbang Salam'," katanya mengacu pada moto daerahnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pamekasan Ramli menyatakan sudah menelusuri pedagang kaki lima yang jadi korban penjarahan pelajar itu. "Kami juga telah mengantongi identitas para siswa yang menjarah, dan akan kami koordinasikan dengan kepala sekolah tentang tindakan yang akan diberikan," kata Ramli.
Selain penjarahan, lepas kerudung dan sobek rok, serta coret baju seragam, perayaan kelulusan siswa SMA di Pamekasan juga diwarnai kencan di sejumlah tempat wisata, seperti di Pantai Talang Siring, Jumiang, dan di Api Tak Kunjung Padam, Desa Tlanakan, Pamekasan.
My comment:
Inilah akibatnya jika para pendidik dan pengambil kebijakan tidak memahami apa itu pendidikan karakter. Kebijakan UN telah membuat dunia pendidikan di Indonesia semakin rusak, bukan karena UN nya sendiri, melainkan karena UN tidak dipahami secara utuh, berdasarkan prinsip evaluasi standard yang baku. UN yang bener itu mestinya membantu membentuk karakter anak didik. |
|
|
|
|
Contact Us |
Ms. Evy Anggraeny |
| Hp. 0821-6632-3864 |
Hp. 08-777-1975-803 |
|
|

|
|