| |
��
|
|
UN dan Banjir |
|
28-03-2010 |
|
Anak-anak peserta UN ada yang mengalami situasi darurat menjelang UN karena terkena musibah banjir. Apakah hasil UN yang dilaksanakan dalam situasi darurat ini cukup valid dan sahih digunakan untuk menilai kemampuan siswa?
Sejumlah siswa SMP di lokasi banjir di Jawa Barat terpaksa dievakuasi agar dapat mengikuti ujian nasional tingkat SMP dan MTs, Senin (29/3/2010). "Siswa di beberapa SMP dievakuasi ke tempat lain, sedang |
|
kan bangunan SMP yang sedang digunakan pengungsi dikosongkan sementara karena ruangan kelas akan dugunakan untuk UN," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi di Bandung.(Kompas, 29/03)
Sebuah ujian standar yang bersifat sangat menentukan (high stake testing), mesti mempersyaratkan proses persiapan dan pelaksanaan yang standar, dalam arti setiap peserta memiliki persiapan normal yang sama untuk mengikuti Ujian. Situasi darurat banjir, lokasi yang amburadul karena baru saja dipakai pengungsi, dll, kondisi psikologis siswa yang masih trauma karena keluarganya menjadi korban banjir, dll, membuat hasil ujian standar seperti ini tidak dapat dipakai, tidak valid, karena kondisi psikologis siswa yang berbeda. Dalam keadaan seperti ini, UN tidak dapat memotret apa yang diketahui siswa dan apa yang dapat dilakukan secara adekuat sebagaimana ingin dituju oleh Ujian Nasional. Karena itu, hasil UN siswa yang ada dalam keadaan darurat bencana tidak dapat dipakai sebagai alat evaluasi siswa sesuai dengan apa yang ingin dicapai. |
|
|
|
|
Contact Us |
Ms. Evy Anggraeny |
| Hp. 0821-6632-3864 |
Hp. 08-777-1975-803 |
|
|

|
|