Judul
Ubiquinon ditemukan oleh Crane dkk pada tahun 1957. Ubiquinone ditemukan pada tiap sel tubuh manusia dan mempunyai struktur quinone (sama dengan vitamin K) serta merupakan rantai transport elektron yang ditemukan dalam mitokondria. Ubiquinon merupakan 1 dari 2 nutrien esensial terpenting selain asam askorbat. Ubiquinon juga merupakan satu-satunya antioksidan alami yang larut dalam lemak (lipid-soluble) yang dapat membentuk metabolit aktif (dengan bekerja sinergis dengan vitamin E) dalam tubuh.
Pada manusia, ubiquinon ditemukan dalam konsentrasi relatif tinggi pada sel yang memerlukan kebutuhan energi tinggi seperti jantung, hati, otot dan pankreas. Difisiensi ubiquinon disebabkan oleh diet yang tidak adekuat, stres lingkungan, latihan berlebihan dan obat-obatan tertentu seperti obat golongan statin, dan penyakit yang telah disebut di atas.
Fungsi ubiquinon antara lain : transduksi energi biologi untuk menghasilkan ATP. Berperan sebagai pembawa elektron pada proses transfer elektron, sebagai kofaktor untuk setidaknya 3 enzim mitokondria (kompleks I, II dan III) yang berperan vital dalam fosforilasi oksidatif. Fungsi lainnya adalah menghambat peroksidase lipid dan protein serta membersihkan radikal bebas (sebagai antioksidan).
Ubiquinon digunakan sebagai terapi tambahan untuk penyakit kardiovaskuler dan non-kardiovaskuler termasuk kanker, penyakit gigi, gangguan sistem imun, penyakit paru kronik, dan lemah otot. Hal ini dikarenakan pada penyakit-penyakit tersebut kadar ubiquinon berkurang. Ubiquinon, jika dikombinasikan dengan ALA dan karantini dapat digunakan sebagai obat pencegah komplikasi diabetes. Namun, pemberian ubiquinon dapat menyebabkan efek samping berupa ketidaknyamanan gastrik (lambung perut), anoreksia, diare, mabuk, dan ruam pada kulit. (KARINNIA / XII IPA I / 14)