Nystagmus
Nystagmus adalah suatu gerakan pupil yang bergerak secara involunter. Gerakan ini bisa dari kiri ke kanan (Horizontal Nystagmus), dari atas ke bawah (Vertical Nystagmus), atau memutar (Rotary Nystagmus). Gerakan ini bisa cepat atau lambat; dan biasanya si penderita tidak sadar kalau matanya ‘joget-joget’. Sebab di dalam penglihatan si penderita, gambar yang terlihat tidak ‘goyang-goyang’ secara hebat, hanya saja penglihatannya agak sedikit kabur. Dan terkadang si penderita agak memiringkan kepalanya sedikit untuk lebih bisa melihat dengan jelas (dan gerakan matanya agak ‘tidak se-goyang-goyang’ sebelumnya’.
Secara umum, Nystagmus dibagi atas 2 bagian besar. Yang pertama adalah Early-onset Nystagmus dimana penyakit nystagmus ini ringan dan tidak berkelanjutan. Biasanya bisa terjadi pada orang yang terkena Down-syndrome, bayi yang baru lahir, atau mereka yang terkena albinisme.. Pada anak-anak yang terkena Nystagmus penghlihatannya tidak akan sekabur yang dewasa. Seiring berjalannya waktu, ada kemungkinan anak itu akan sembuh Nystagmus-nya. Namun jika yang terkena orang dewasa (penderita bukan sejak dari anak=anak) pandangannya biasanya lebih kabur. Lalu, Acquired Nystagmus (secara harafiah berarti nystagmus yang diperoleh atau didapat) itu nystagmus yang lebih berat progresif, dan biasanya sebagai tanda-tanda atau gejala penyakit tertentu seperti Multiple Sclerosis, stroke, dsb. Akan tetapi bisa juga terjadi pada orang yang mengonsumsi narkoba (seperti Barbiturate, ketamine, Amphetamine) dan minuman beralkohol secara berlebihan.
Penyebab Nystagmus adalah tidak berfungsinya system Vestibular sebagaimana mestinya. Sistem vestibular mencangkup saluran semisirkularis dan organ otolith. Sistem vestibular ini menjaga keseimbangan tubuh seseorang, baik dari postur tubuh atau dari segi penglihatan. Batu otolith menjaga agar tubuh tetap seimbang ketika, misalnya kepala dimiringkan atau gerakan-gerakan yang mengubah posisi tubuh secara ‘ekstrem’. Pada saluran semiserkularis ada cairan Endolymph yang terdapat ‘sensor gerak’. Hubungannya dalam mengatur ‘keseimbangan dan ketajaman penghlihatan’ adalah saat seseorang, misalnya memiringgkan kepala atau menengok, maka sasluran semirkularis akan membuat mata berbelok ke arah yang berlainan dari gerakan kepala. Jika seseorang menengok ke arah kiri, maka matanya akan sedikit bergerak ke arah kanan supaya penglihatan tetap tajam dan fokus (gerakan ini disebut Vestibulo-ocular Reflex/ VOR). Tentunya sebelum VOR benar-benar terjadi, rangsangan dikirim ke sistem saraf pusat dan saraf cranial. ‘Sinyal’ yang dikirim ke Cerebellum akan dikembalikan dalam bentuk gerakan otot pada kepala, mata, dan postur tubuh. Dan sinyal yang dikirim ke saraf nomor III, IV, dan VI pada saraf cranial-lah yang membuat VOR dan membuat mata tetap focus ketika melihat objek yang bergerak. Selain itu, ada juga Congenital Nystagmus yang merupakan penyakit bawaan dan biasanya diturunkan dari orang tuanya.
Meski pada awalnya Congenital Nystagmus dianggap sebagai penyakit yang tak bisa disembuhkan, namun hasil penelitian pada tahun 1980 menemukan bahwa baclofelon dapat menghentikan ‘goyangan mata’ secara bertahap. Operasi otot wajah dengan tujuan memperbaiki postur kepala (atau operasi ini biasa disebut sebagai Tenotomy) sejak tahun 2001, juga bisa menyembuhkan Nystagmus. Pengobatan tradisional seperti akupuntur dan terapi juga bisa mengurangi ‘goyangan’ mata.
Nystagmus terdiagnosa pertama kali pada abad ke-19 oleh seorang neorologis Perancis, Jean-Martin Charcoat sebagai salah satu dari 3 serangkai gejala Multiple Sclerosis. (Paulina Tjandra, XI IPA 1/20)