Morbus Hansen
Penyakit mobus hansen merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini juga merupakan salah satu tipe penyakit yang menyerang sistem saraf tepi terlebih dahulu, kemudian kulit dan organ tubuh lain sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Sebelumnya, penyakit ini disebut dengan penyakit kusta/lepra. Istilah kusta berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Kushtha yang berarti kumpulan-kumpulan penyakit secara umum. Namun sejak tahun 2008 penyakit kusta lebih dikenal dengan penyakit Hansen, diambil dari nama seorang ilmuwan Norwegia yang menemukan bakteri Mycobacterium leprae, yaitu Dr. Gerhard Henrik Armauer Hansen.
Penyakit ini dibedakan menjadi 2 tipe yaitu, Pausi Bacillary dan Multi Baucillary. Tipe Pausi Bacillary atau disebut juga kusta kering biasanya ditandai dengan bercak keputihan yang seperti panu, kasar, dan tidak berkeringat. Bila diperiksa, maka kerusakan sistem tepi saraf hanya di 1 tempat. Penyakit tipe ini tidak bersifat menular. Pada tipe Multi Bacillary atau disebut juga kusta basah terdapat bercak putih kemerahan yang mengalami pembengkakan dan penebalan. Dengan kata lain kerusakan tepi saraf terdapat pada banyak tempat. Tetapi penyakit tipe ini sangat mudah menular.
Sampai saat ini, belum ada pengobatan efektif bagi penderita penyakit hansen. Namun pada umumnya penderita diberikan antibiotik untuk membunuh bakteri Mycobacterium leprae, seperti dapson, rifampisin, dan klofazimin. Setelah itu pasien mengalami “reaksi pengobatan” atau dengan kata lain respons sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri yang mati atau sekarat. Hal ini dapat membuat penderita mengalami demam, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri sendi, dan peradangan saraf yang dapat mempengaruhi kekuatan. (Maria Hartanty X MIA 1 / 19)