studentspedia

Leukopenia

Leukopenia berasal dari kata leukosit yang ditambah dengan akhiran penia (dalam bahasa Yunani, penia berarti kemiskinan). Leukopenia adalah penyakit berkurangnya jumlah sel darah putih dalam darah yaitu kurang dari atau sama dengan 5.000 /mm3. Jumlah normal sel darah putih dalam darah manusia adalah antara 5.000 – 10.000/mm3. Leukopenia tergolong sebagai penyakit yang tidak menular. Penyakit ini disebabkan sumsum tulang tidak dapat memproduksi sel darah putih dalam jumlah normal. Jika sel darah putih yang berfungsi memakan bibit penyakit dan bakteri dalam darah berkurang maka tubuh manusia akan mudah terserang penyakit.

Penyebab lain penyakit ini adalah stress berat, infeksi kuman atau bakteri, penyakit autoimun (seperti HIV/AIDS dan lupus), kelainan genetik, dan pengaruh obat-obatan (seperti efek kemoterapi). Beberapa jenis obat yang digunakan pada kemoterapi, radiasi sinar X dan sinar gamma yang berlebihan serta penggunaan obat-obatan yang berlebihan juga menyebabkan kerusakan sumsum tulang.

Gejala-gejala awal penyakit ini adalah sakit kepala, demam, pilek yang tidak sembuh-sembuh, pucat, lesu, mudah terstimulasi, anoreksia, mual, muntah, berat badan menurun, perdarahan gusi, memar tanpa sebab, nyeri pada tulang, persendian dan abdomen. Namun terkadang penderita awal leukopenia tidak merasakan gejala apapun sehingga penyakit leukopenia biasanya baru diketahui ketika memeriksakan diri ke dokter karena suatu penyakit. Cara pencegahan penyakit leukopeni tergantung dengan gejala-gejala yang dirasakan. Jika sudah terkena penyakit ini, penderita diharapkan secepatnya berkonsultasi ke dokter untuk diberikan penanganan secepatnya.

Dalam waktu dua hari sesudah sumsum tulang berhenti memproduksi sel darah putih, penderita leukopenia dapat mengalami beberapa bentuk infeksi pernapasan yang akut. Jika tanpa pengobatan, dalam waktu kurang dari satu mingggu pasien penderita leukopenia total akut dapat meninggal dunia. (Keziah Evelyn S / XI IPA 1 / 13)