Kriptomeri
Kriptomeri (Latin, kriptos : tersembunyi) yang pertama kali ditemukan oleh Correns pada persilangan Linaria marocana berbunga merah (AAbb) dengan Linaria marocana berbunga putih (aaBB), merupakan salah satu penyimpangan semu Hukum Mendel. Hasil persilangan tersebut adalah 100% bunga ungu (AaBb) karena munculnya karakter baru akibat interaksi antar gen dominan (AA dan BB) yang tidak sealel. Jika gen dominan berdiri sendiri (A sendiri tanpa B, misalnya AAbb atau aaBB) maka warna ungu akan tersembunyi. Jadi, ciri dari Kriptomeri adalah munculnya fenotip baru dari persilangan dua gen dominan yang tidak sealel. Pigmen dari bunga Linaria marocana terdiri dari A (pigmen antosianin, berwarna merah, dominan), a (bersifat epistasis, menghambat warna, resesif), B (sifat basa pada sitoplasma, dominan), dan b (sifat asam pada sitoplasma, resesif). A bersama b menghasilkan warna merah sedangkan A bersama B menghasilkan warna ungu. Jika sesama bunga ungu (AaBb) disilangkan, maka akan dihasilkan keturunan kedua dengan perbandingan ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4. Kriptomeri pada hewan dapat dilihat dari bentuk jengger ayam yang pertama kali diungkap oleh W. Bateson dan R.C. Punnet. Pada kasus ini, karakter jengger diatur oleh dua gen yang berinteraksi yaitu R (ros) dan P (pea) membentuk walnut, sedangkan r dan p membentuk single. (Monica Devi, XII IPA I/17)