studentspedia 2014-2015

Kotiledon

Dari tahun 1540-an, kotiledon memiliki berbagai arti. Menurut bahasa Latin kotiledon berarti “pegagan”, menurut bahasa Yunani kotiledon berarti “cangkir berbentuk rongga” dari kata kotyle “hal berongga, kapal kecil” (Linnaeus 1751). Kotiledon disebut juga kotil/ daun lembaga. Kotiledon adalah keping biji yang tidak punya struktur yang lengkap daripada daun yang dihasilkan nanti, biasanya kekurangan klorofil, dan berperan penting dalam perkembangan biji. Biji yang menyimpan cadangan makanan di kotiledon disebut biji kotiledonik.
Pada tumbuhan dengan biji kotiledonik, kotiledon telah terbentuk pada saat tumbuhan masih di dalam biji (bentuknya embrio atau lembaga). Contohnya suku polong-polongan (Fabaceae) dan suku kubis-kubisan (Brassicaceae). Klasifikasi tumbuhan klasik membedakan dua kelompok besar tumbuhan berbunga (Angiospermae) berdasarkan cacah kotiledonnya: Dicotyledoneae (berkotil dua) dan Monocotyledoneae (berkotil tunggal). Sebenarnya, tumbuhan (Gymnospermae) juga memiliki kotiledon, tetapi sangat jarang ditemukan dan jumlah kotiledon setiap spesies berbeda-beda jadi tidak bisa digunakan untuk menentukan ciri-ciri.

(Sharon Rose, XII IPA 1/23)