Kalajengking
Kalajengking adalah hewan dengan kaki beruas-ruas yang termasuk dalam ordo scorpions dan kelas arachnida serta filum arthropoda. Banyak ditemukan di daerah selatan kecuali Selandia Baru dan Antartika. Memiliki bagian tubuh yang terbagi dari 2 segmen, yaitu selfatoraks dan abdomen. Selfatoraks adalah bagian kepala dan dada sedangkan abdomen adalah bagian perut. Kalajengking bernafas menggunakan paru-paru buku.
Kalajengking ternyata sudah muncul pada pertengahan Zaman Paleozoikum yang dikenal sebagai kalajengking purba. Kalajengking purba memiliki bentuk yang lebih sederhana dan berbeda dengan kalajengking yang biasa kita temui. Tubuhnya terdiri dari banyak ruas-ruas yang terlindung dengan cangkang tipis. Perbedaan selanjutnya yaitu ukuran kalajengking purba dapat mencapai 100 kali dari kalajengking sekarang. Panjangnya 2m hingga 3m dan ia juga dapat hidup di air.
Hal yang paling menarik dalam kalajengking yaitu bisanya. Sebagian besar bias kalajengking termasuk dalam neurotoksin atau racun saraf. Racun saraf dapat mengganggu transmisi saraf pada korban yang terkena bisa tersebut. Bisa ini digunakan kalajengking untuk melumpuhkan hingga membunuh mangsanya agar mudah dimakan. Ada bisa kalajengking yang hanya menyebabkan pembengkakan, tetapi ada juga bias yang berbahaya hingga dapat menyebabkan kematian. (Rishad Sidharta X IPS 1/20)