Dormansi
Dormansi berasal dari kata dorman yang artinya istirahat, sehingga dormansi adalah keadaan dimana pertumbuhan tertunda akibat faktor internal maupun eksternal. Dormansi terjadi pada biji, tunas, spora dan organ-organ penyimpan cadangan makanan. Secara umum menurut Aldrich (1984) dormansi dikelompokkan menjadi 2 tipe yaitu dormansi primer dan dormansi sekunder.
Dormansi primer terbagi menjadi 2 yaitu dormansi eksogen dan dormansi endogen. Dormansi eksogen adalah dormansi akibat tidak memadainya faktor eksternal seperti suhu, cahaya, dan air. Sedangkan, dormansi endogen adalah dormansi akibat faktor internal misalnya embrio yang belum sempurna pertumbuhannya atau belum matang.
Dormansi sekunder adalah keadaan biji yang dapat berkecambah tetapi apabila diberikan keadaan yang tidak mendukung dalam jangka waktu tertentu maka akan kehilangan kemampuannnya berkecambah. Dormansi ini disebabkan oleh perubahan fisik pada kulit biji karena pengeringan yang berlebihan sehingga pertukaran gas-gas pada saat imbibisi terbatas.
Untuk biji yang bakal tunasnya belum dewasa, dormansi ternyata dapat dipatahkan dengan melakukan perendaman dengan air hangat (50 derajat Celcius) dan air dingin (5 derajat Celcius) secara bergantian selama kira-kira 1 jam, menjemurnya lalu memasukkan ke dalam kulkas, membasahi lalu menghangatkannya. Masa dormansi tanaman juga dapat dipercepat bila tanaman disiram dengan air yang nutrisinya lebih tinggi, misalnya air cucian beras maupun air teh.
(Ananta Gabriella/ XII IPA 2/1)