studentspedia 2014-2015

Dentinogenesis Imperfecta

Dentinogenesis imperfecta
Penyakit Dentinogenesis imperfecta adalah kelainan genetik yang mempengaruhi struktur gigi karena terjadinya gangguan pada tahap histodiferensiasi (perubahan bentuk gigi dari bentuk topi ke bentuk lonceng) pertumbuhan gigi. Dentinogenesis imperfecta berasal dari bahasa Latin dent yaitu gigi, genesis yang artinya permulaan terbentuknya sesuatu, dan bahasa Inggris imperfect yang artinya tidak sempurna. Penyakit ini menyebabkan gigi berwarna kuning kecoklatan ataupun abu-abu transparan, juga membuat gigi lebih rapuh sehingga mudah rusak. Penyakit ini terjadi pada 1 dari 6.000 – 8.000 orang.

Penyakit ini merupakan penyakit turunan yang bersifat autosomal dominan, artinya penyakit ini dapat timbul meskipun hanya ada satu gen yang cacat dari salah satu orangtuanya. Gen yang berperan dalam penyakit ini adalah gen dominan D. Bila seseorang memiliki gen Dd, maka ia dipastikan terkena Dentinogenesis imperfecta. Penyakit ini diklasifikasi menjadi 3 tipe. Tipe I merupakan tipe paling umum dan biasanya disertai dengan penyakit Osteogenesis imperfecta, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan tulang rapuh. Tipe II terjadi tanpa adanya Osteogenesis imperfecta, dan biasanya juga menyebabkan berkurangnya pendengaran secara bertahap. Tipe III adalah tipe paling langka, dan ditandai dengan akar gigi yang pendek, kamar pulpa yang lebar, dan dentin yang tipis.

Untuk pengobatannya, biasanya dilakukan pemutihan gigi. Selain itu, dapat dilakukan juga penggantian mahkota gigi dan pelapisan enamel ringan pada enamel gigi yang rusak. Dikarenakan kondisi gigi yang rapuh, pemasangan kawat tidak dianjurkan untuk penderita penyakit ini karena dapat memperparah kondisi gigi.

Carina (XII IPA 2 / 5)