studentspedia

Bonsai

Kata “Bonsai” diambil dari bahasa Jepang yaitu, “Bon” memiliki arti pot yang dangkal, sedangkan “Sai” adalah penanaman. Bonsai adalah tanaman yang sengaja dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan untuk membuat miniatur dari bentuk asli suatu pohon tua berukuran besar. Bonsai merupakan salah satu seni miniaturisasi tanaman dari masa Dinasti Tang yang sering disebut “penjing”. Kalangan bangsawan di Jepang mulai mengenal penjing sekitar akhir zaman Heian. “Penjing” sendiri dilafalkan oleh orang Jepang sebagai “bonkei” yang memiliki arti miniaturisasi pemandangan alam. Pada awalnya seni ini hanya dinikmati oleh kalangan atas seperti pejabat istana. Pada zaman Edo istilah “bonsai” baru digunakan. Menanam bonsai merupakan pekerjaan sambilan pada saat zaman Edo, kemudian pada saat zaman Meiji bonsai dianggap sebagai hobi yang bergaya.

Bonsai ditanam pada pot yang dangkal bertujuan untuk membatasi ruang petumbuhan akarnya sehingga tanaman di atas tanah akan menyesuaikan dengan akarnya (batang, dan daunnya). Media tanam (tanah) yang sedikit menyebabkan terbatasnya persediaan makanan bagi tumbuhan,oleh karena itu bonsai perlu diberi pupuk.

Pada Kontes Bonsai Nasional bulan November 2012 lalu, bonsai jenis Lohansung milik Tongariodjo Angkasa yang merupakan salah satu peserta ditawar dengan harga 1,2 miliyar rupiah karena dinilai memiliki keindahan dan kematangan. Kematangan dalam artian kesempurnaan pohon dilihat dari akar, batang, dahan, ranting, bunga dan buah, serta batangnya penuh corak guratan seakan menunjukkan umurnya yang sudah menginjak sekitar 80 tahun. Menanam bonsai dapat menambah nilai estetika suatu lingkungan di mana tanaman itu berada dan apabila dilihat dari segi ekonomi, tanaman bonsai dapat memberikan keuntungan secara materi karena harga jualnya yang tinggi. Selama proses perawatan dibutuhkan banyak sumber daya seperti finansial, waktu, tenaga, dan pikiran apabila tidak cukup tahan dapat mengakibatkan stress serta frustasi. Menurut berbagai literatur, bonsai mengandung nilai-nilai filsafat yang tinggi yaitu, mengajarkan kesabaran, keuletan, semangat kerja keras, dan penghargaan kepada alam beserta isinya. (Valencia Aliwarga, XII IPA 2/17)