studentspedia

Beri-beri

Beri-beri adalah penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin B1. Penyakit ini mengenai saraf sehingga penderita penyakit ini bisa meradang dan meninggal dunia dalam waktu yang sangat dekat. Nama penyakit beri-beri ini sudah mulai dimasyarakatkan oleh publikasi Bontius (1629). Awal ditemukannya penyakit beri-beri adalah pada zaman peperangan berkepanjangan yang menyebabkan sumber makanan alami dan bermanfaat sulit ditemukan sehingga penyakit beri-beri pun muncul. Pada  abad ke-19 penyakit ini mulai mewabah. Umumnya, penyakit beri-beri banyak menyerang masyarakat dengan makanan pokoknya beras giling seperti di Indonesia, India, China, Jepang, Malaysia, dan lain-lain. Nama penyakit beri-beri berasal dari nama hewan biri-biri karena penderita beri-beri berjalan dengan gaya jalan seperti biri-biri karena gangguan motorik akibat polineuritis.

Gejala-gejala dari penyakit beri-beri pada umumnya adalah nafsu makan jadi berkurang, tungkai kaki cepat lelah bila berdiri atau berjalan terlalu lama, kaki dan tangan sering kesemutan dan lemas, urat-urat pada betis terasa sakit dan sulit jika hendak berjalan, tumit sering terasa pegal, kaki jadi terlihat bengkak, dan jika ditekan dengan ujung jempol dapat menyebabkan lekukan yang sulit kembali kebentuk semula.

Penyakit beri-beri ada 3 jenis, yaitu beri-beri kering (Gejalanya : kaki terasa tebal, kesemutan pada anggota tubuh, otot menjadi lelah, sering sesak nafas dan jantung berdebar-debar jika melakukan sedikit kegiatan), beri-beri basah (Gejalanya : terjadi pembengkakan di kaki, tungkai, wajah dan anggota tubuh lainnya. Pembengkakan ini berisi cairan yang jika ditekan tidak dapat kembali ke bentuk semula dan terasa sakit) dan beri-beri jantung (Gejalanya : ditandai dengan rasa tekanan diulu hati, sesak nafas dan jantung berdebar-debar saat melakukan kegiatan. Gejala ini bisa muncul mendadak sehingga penderita bisa meninggal seketika).

Akibat yang ditimbulkan dari penyakit ini biasanya berupa pembengkakan dan pembesaran pada betis. Sedangkan untuk penderita beri-beri kronis dapat menimbulkan gangguan pencernaan,muntah-muntah, dan sembelit berulang-ulang. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja bahkan bayi sekalipun. Bayi yang mendapat air susu ibu (ASI) dari ibunya yang kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan bayi terkena penyakit beri-beri. Gejalanya akan muncul sebelum bayi berumur empat bulan.

Cara pencegahan penyakit beri-beri adalah dengan penambahan Vitamin B1 dalam makanan sehari-hari. Makan beras tumbuk akan lebih baik karena vitamin B1 banyak terkandung dalam bagian luar beras tumbuk, ditambah ikan, telur, daging, kacang-kacangan, tempe oncom, bayam , selada, melinjo, pepaya, jeruk dan pisang. Pengobatan peyakit beri-beri dapat dilakukan dengan pengobatan herbal, yaitu dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal. (Keziah Evelyn S/XI IPA 1/13)