studentspedia 2014-2015

Alergi

Alergi merupakan reaksi berlebihan yang dilakukan oleh sistem imun terhadap suatu zat tertentu. Kata alergi berasal dari dua kata Yunani állos yang berarti lain dan érgon yang berarti bekerja. Ketika zat alergen masuk ke dalam tubuh, maka IgE (Immunoglobulin E) akan menempel dengan alergen, zat yang menyebabkan alergi. Lalu IgE akan menyebabkan sel mast untuk menghasilkan histamin. Histamin ini yang akan menyebabkan reaksi alergi, yaitu berupa inflamasi dan kemerahan.

Gejala dari alergi berbeda-beda tergantung dari tempat terjadinya : jika terjadi di hidung maka akan menyebabkan bersin dan pilek; jika terjadi di sinus akan menyebabkan sinusitis; jika terjadi di mata akan menyebabkan gatal dan mata merah; jika terjadi di kulit akan menyebabkan kemerahan, gatal dan sedikit bengkak; jika terjadi di saluran pernafasan dapat menyebabkan asthma; jika terjadi di telinga akan menyebabkan rasa sakit dan menjadi sulit mendengar; dan jika terjadi di saluran pencernaan dapat menyebabkan diare dan sakit perut.

Penyebab alergi berbeda-beda untuk setiap orang. Alergen dapat berupa hal - hal yang tidak membahayakan seperti bulu hewan, seafood,kacang, debu, dsb. Cara mengobati reaksi alergi adalah dengan meminum antihistamin, untuk mengurangi jumlah histamin dalam tubuh. Penderita juga dapat minum decongestan untuk mengurangi gejala pilek. Untuk mencegah terjadi alergi maka penderita dapat menghindari kontak dengan alergen dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. .

Menurut studi yang dilakukan oleh Johns Hopkins Children's Center, anak di bawah umur satu tahun yang terbiasa terkena bakteri, bulu hewan dan kotoran kecoa beresiko lebih kecil untuk terkena alergi. Penelitian dilakukan kepada 467 bayi di kota Baltimore, Boston, New York dan St. Louis selama waktu 3 tahun. 41% anak yang tidak terkena alergi tinggal di rumah yang memiliki ketiga faktor tersebut. Sedangkan, hanya 8% anak yang terkena alergi telah terkena zat” tersebut.

(Christopher, XII IPA 2/6)