Kromosom
Kromosom berasal dari bahasa Yunani Croma (warna) dan Soma (badan). Kromosom merupakan struktur di dalam sel berupa deret panjang molekul yang terdiri dari satu molekul DNA dan berbagai protein terkait yang merupakan informasi genetik suatu organisme.
Kromosom adalah benda-benda halus berbentuk lurus seperti batang atau bengkok, yang terdiri atas zat yang mudah mengikat warna. Kromosom berfungsi mewariskan ciri-ciri genetik pada keturunan, pembelahan sel, dan sintesis protein.
Kromosom pertama kali diamati oleh Karl Wilhelm von Nägeli pada 1842, dan ciri-cirinya dijelaskan secara detail oleh Walther Flemming pada 1882. Pada tahun 1955, seorang ilmuan Amerika kelahiran Indonesia bernama Joe Hin Tjio berhasil membuktikan bahwa kromosom manusia terdiri dari 23 pasang, bukan 24 pasang seperti yang diyakini para ahli genetika sejak lama.
46 kromosom tersebut terdiri atas kromosom sex (gonosom) yang berjumlah 2 dan kromosom tubuh (autosom) yang berjumlah 44 dalam setiap nukleus sel tubuh. Kromosom berada di dalam nukleus sel eukariota. Diperkirakan sebanyak enam milyar basa nitrogen membentuk seluruh kromosom pada manusia. Jumlah basa pada satu kromosom diperkirakan sekitar 50 sampai 250 juta.
Setiap kromosom mengandung beberapa ribu gen. Kromosom dalam sel tidak pernah sama ukurannya. Panjang kromosom antara 0,2μ – 50μ dengan diameter antara 0,2μ-20μ. Pada manusia panjang kromosom dapat mencapai 6μ. Kromosom pada tumbuhan berukuran lebih besar daripada kromosom hewan. Pada umumnya, individu jantan memiliki pasangan kromosom sex tidak sama, yaitu kromosom X dan kromosom Y. Sedangkan individu betina, kedua kromosom berbentuk sama, yaitu kromosom X.
(Nathania A/XII IPA 1/18)