talking about education challenges

Guru tidak harus berkutat untuk mengurusi proses pengajaran dan penilaian siswa. Sekali-kali aktif mengikuti kegiatan pendidikan yang memperkaya wawasan sangat diperlukan. Saya sangat suka untuk ikut berbagai macam kegiatan yang dapat mengembangkan kompetensi sosial saya sebagai guru. Mengikuti kegiatan pendidikan yang diadakan oleh Jakarta Education Forum (JEF) misalnya, merupakan salah satu agenda rutin saya, sejauh tidak berbenturan dengan jadwal mengajar.

Tentu saja, bertemu dengan para tokoh pendidikan seperti Bapak H.A.R. Tilaar yang telah menulis banyak buku dan memiliki pemikiran pendidikan sangat memperkaya saya. Pertemuan kali ini dalam rangka membacakan hasil diskusi JEF berupa White Paper untuk masukan bagi pemerintahan Jokowidodo-Jusuf Kalla. Ada beberapa rekomendasi dari JEF yang penting untuk dilaksanakan, diantaranya, evaluasi Kurikulum 2013, moratorium UN, atau penghapusan UN sebagai syarat kelulusan, dan revisi PP No. 17/2010 tentang Dewan Pendidikan Nasional, dan meminta Presiden SBY untuk menghentikan proses seleksi anggota DPN yang sedang berlangsung karena melanggar UU Sisdiknas.

Pak Tilaar, dalam pertemuan itu mengatakan bahwa masyarakat kita ini sudah sekolah (schooled society) tapi tidak terdidik (educated society). Masyarakat menjadi tidak terdidik adalah karena proses pendidikan hanya membuat anak-anak pintar, tapi tidak terdidik, yaitu baik budi dan pekertinya. "Hasilnya adalah ada pemimpin yang tidak memiliki rasa bersalah sama sekali ketika melaju menjadi ketua DPR," ujarnya. "Pendidikan kita tidak melahirkan individu yang bertanggungjawab secara moral,"kritik Tilaar. Indonesia perlu meluruskan pendidikan ke jalur yang benar yaitu pencerdasan kehidupan bangsa.