| |
Memahami "Jenis" Kecerdasan Anak |
|
|
Sebagai pendidik di sekolah, pasti kita juga merasa bertanggung jawab terhadap keselamatan anak didik. Kita akan merasa cemas jika melihat mereka berlarian menyeberang di jalan raya, melompati pagar sekolah dan jendela-jendela kelas, bermain-main di lingkungan yang ramai dengan lalu-lalang kendaraan bermotor, serta masih banyak lagi kekhawatiran yang muncul ketika mereka berulah. Kadang tanpa sadar kita akan segera melarang mereka ini itu atau bahkan langsung memarahi mereka. Baca lebih lanjut
|
| |
Tubuhku adalah Anugerahku |
|
|
Tuhan menciptakan manusia sempurna adanya. Tidak ada satu manusia pun yang minta dilahirkan dengan ketidaksempurnaan. Seandainya ada manusia yang terlahir tidak sempurna, misalnya ia memiliki kekurangan ataupun kelebihan organ tubuh, ataupun kelainan secara psikis, maka itu bukanlah kehendaknya. Seluruh organ tubuh yang kita miliki adalah anugerah terindah yang kita dapatkan dari Sang Pencipta. Sudah patut dan selayaknyalah kita bersyukur dan merawat anugerah ini dengan baik. Merawat tubuh juga merupakan penerapan dari salah satu pilar Pendidikan Karakter Utuh dan Menyeluruh yaitu, penghargaan terhadap tubuh. Baca lebih lanjut
|
| |
Alamat Palsu |
Doni Koesoema A |
|
Para pengambil kebijakan pendidikan tampaknya harus belajar dari Ayu Ting-Ting. Jangan sampai alamat yang mereka pegang untuk mengarahkan “ke mana’-nya pendidikan nasional ternyata palsu. Banyak kebijakan pendidikan yang dipilih semakin menunjukkan bahwa alamat yang mereka pegang benar-benar palsu, sehingga kebijakan pendidikan itu salah arah, dan tidak sampai pada apa yang sebenarnya ingin dituju. Kebijakan yang tidak didesain dengan baik, serta kecenderungan untuk sekedar mendesain program pendidikan secara formalisme belaka tidak mampu mengubah kinerja pendidikan kita. Baca selanjutnya...
|
| |
LPI, Antara Industri Olah Raga dan Karakter Bangsa |
Oleh. Prof. Dr. Suyanto |
|
KOMITMEN pemerintah untuk membangun atlet-atlet muda berbakat diwujudkan antara lain dengan kembali menggelar Kompetisi Sepak Bola Liga Pendidikan Indonesia (LPI). Liga antarpelajar yang memperebutkan piala Presiden tersebut digelar serentak di empat kota, yakni Tangerang, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Kick-off pertandingan pertama putaran final sendiri dimulai serentak pada 14 September 2011, dan akan berakhir pada 21 September 2011. Setelah putaran final nasional, dua besar di masing-masing wilayah akan melangkah ke babak 8 besar dan grand final yang akan digelar di kota Bandung. Baca selanjutnya...
|
| |
Guru, Teruslah Belajar atau Mati |
Adrianus Ngongo |
|
Guru setidaknya diidentikkan dengan dua defenisi berikut. Pertama, dipandang dari sudut etimologis, guru berasal dari Bahasa Sansekerta gu yang berarti kegelapan dan ru yang berarti membebaskan atau menyingkirkan. Jadi, dilihat dari makna asalinya guru bermakna menyingkirkan atau menghalau kegelapan. Dalam terang pemahaman ini, benarlah jika ada adagium yang mengatakan bahwa guru itu pelita dalam kegelapan. Cahaya yang membersit dari pelita akan menghalau gelap dan menunjukkan jalan yang tepat untuk keluar dari jebakan ketidakberdayaan anak didik akibat kebodohan (Koesoema, 2009: xiii). Baca selanjutnya...
|
| |
Kucing Hitam Pendidikan Karakter |
Doni Koesoema A |
|
Mengembangkan pendidikan karakter itu ibarat mencari kucing hitam dalam kamar yang gelap, begitu ujar seorang guru. Memulai tahun ajaran baru, banyak sekolah mempromosikan program pendidikan karakter. Bahkan, tahun ini pun pemerintah juga menggemakan tentang pentingnya pendidikan karakter. Namun, semakin banyak dibicarakan, semakin tidak jelas halnya. Akhirnya, seperti kata guru tadi, kita berhadapan dengan kucing hitam dalam kamar yang gelap. Baca selanjutnya...
|
| |
Pendidikan Karakter Integral |
Doni Koesoema A |
|
Pendidikan karakter hanya akan menjadi sekadar wacana jika tidak dipahami secara lebih utuh dan menyeluruh dalam konteks pendidikan nasional kita. Bahkan, pendidikan karakter yang dipahami secara parsial dan tidak tepat sasaran justru malah bersifat kontraproduktif bagi pembentukan karakter anak didik.
Pendekatan parsial yang tidak didasari pendekatan pedagogi yang kokoh alih-alih menanamkan nilai-nilai keutamaan dalam diri anak, malah menjerumuskan mereka pada perilaku kurang bermoral. Baca selanjutnya...
|
| |
Urgensi Pendidikan Karakter |
Prof. Suyanto, PHd. |
|
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Baca selanjutnya...
|
| |
Bermoral dan Berbudaya Melalui Pendidikan Karakter |
Nursanti Arsamid, S.Pd, M.Pd. |
|
Perkembangan kehidupan yang terjadi saat ini, pelan tapi pasti menjadikan manusia seolah terkotak-kotakkan. Perubahan ini, lambat laun mengantarkan kita pada tingginya rasa individualitas, terkikisnya nilai-nilai moral secara perlahan serta ambisi untuk menonjolkan keegoannya sebagai manusia berani. Semua ini menyebabkan kita lupa bahwa sesungguhnya manusia tak dapat hidup tanpa peran orang lain. Baca selanjutnya... |
| |
Pendidikan Karakter di Sekolah |
Joseph |
|
Sebuah penggalan pepatah mengatakan, “be careful of your character, for your character becomes your destiny.” Jika diterjemahkan, arti pepatah tersebut berbunyi demikian, “Berhati-hatilah dengan karaktermu, karena karaktermu akan menentukan nasibmu.” Sadar atau tidak sadar, sesungguhnya apa yang terjadi di dalam hidup seseorang, termasuk diri kita, merupakan buah dari karakter yang melekat pada diri kita. Baca selanjutnya... |
| |
Pendidikan Karakter |
Nuridin |
|
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono menurut rencana mencanangkan pendidikan karakter pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2010. Bisa jadi peringatan itu merupakan hari istimewa. Hari ketika bangsa ini telah sadar secara kolektif bahwa ternyata pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan anak menjadi pandai, menguasai ilmu dan teknologi, pandai bicara di forum, piawai mengelola organisasi, dan sejumlah indikator kasat mata yang sering memukau tapi belakangan ”menjebak”. Baca selanjutnya... |
| |
Mengembangkan Pendidikan Karakter di Sekolah |
Doni Koesoema A |
|
Membuat anak bahagia dan sehat merupakan tantangan bagi orang tua dan pendidik. Itulah kiranya pesan bagi pendidik di Hari Anak Nasional tahun ini. Bagaimana mengembangkan pendidikan karakter di sekolah? Berbagai macam persoalan pendidikan menerpa pendidikan kita mulai dari tingkat dasar sampai tinggi. Untuk itu, para pendidik perlu mengetahu bagaimana cara mengembangkan pendidikan karakter di sekolah melalui prinsip-prinsip penting yang perlu dikembangkan. Apa saja prinsip-prinsi itu? Baca selanjutnya...
|
| |
Artikel Anda ingin dimuat?Kirimkan pada kami.
|
|
|
Ini adalah ruangan di mana Anda dapat berbagi pemahaman, pengertian dan pengalaman tentang pendidikan karakter. Artikel-artikel yang dimuat dalam website ini merupakan karya otentik dari penulis yang disebutkan dalam kredit foto. Dengan mengirimkan naskah tentang pendidikan karakter, Anda menyepakati segala aturan dan kondisi sebagaimana tercantum dalam Terms of Services. Silakan kirimkan artikel Anda ke pendidikankarakter@gmail.com. Pemuatan sepenuhnya atas artikel yang Anda kirim merupakan hak penuh dari Redaksi Pendidikan Karakter. Salam Pendidikan.
|
| |
|
|