Diskriminasi Disabilitas

21 Maret 2014

Penyandang disabilitas mengalami perlakuan diskriminasi karena peraturan SNMPTN sangat merugikan mereka.

Aturan dalam website SNPTN yang dikelola oleh Forum Rektor itu mempersyaratkan berbagai macam aturan, seperti tidak tuna netra, tidak tuna rungu, tidak buta warna, tidak tuna daksa, dll, dalam laman pendaftaran siswa baru secara online.

Ariani Soekanwo, Ketua Pokja Hukum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), mempertanyakan aturan diskriminatif tersebut, dan telah bekerja sama dengan LBH untuk menuntut pemerintah membatalkan aturan yang diskriminatif tersebut.

"Selama ini para penyandang disabilitas tidak mengalami perlakuan diskriminatif seperti sekarang. Mengapa sekarang ini terjadi? Aturan SNMPTN sangat merugikan penyandang disabilitas. Yang diatur itu tentang penerimaan mahasiswa baru atau disabilitas? Mestinya, syaratnya adalah bukan teroris, bukan koruptor, dll." ujarnya kepada PendidikanKarakter.Org

Bapak Doni Koesoema A, pendiri Pendidikan Karakter Education Consulting membantu para penyandang disabilitas agar dapat memperoleh hak-haknya. "Aturan itu sangat diskriminatif, melanggar norma moral dan melecehkan martabat manusia," ujar Doni dalam jumpa pers di LBH Jakarta beberapa waktu lalu.

Ibu Ariani meminta pemerintah mencabut aturan tersebut, memulihkan hak-hak penyandang disabilitas untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa diskriminasi, dan meminta Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, meminta maaf. "Kalau perlu Mendiknas memecat Rektor Unair dan UI, yang paling banyak memberikan aturan yang mendiskriminasi penyandang disabilitas," ujarnya.