E-Sport Masuk Kurikulum?

Signifikansi e-Sport Masuk Kurikulum ala Menpora yang Menuai Kritik Doni Koesoema A menyarankan agar Kemenpora lebih mengoptimalkan olahraga yang mengedepankan gerak fisik. Wacana e-Sport atau game online masuk kurikulum pendidikan yang diusulkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mendapat

Strategi Pendidikan Karakter

Gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, tentang sekolah seharian perlu dilihat sebagai bagian dari strategi pengembangan pendidikan karakter utuh dan menyeluruh. Terlepas dari pro-kontra istilah yang digunakan, Mendikbud telah berhasil mengajak publik untuk berpikir, berbicara, dan berpendapat. Ini

Doni Koesoema A.M.Ed.

Lahir 01 April 1973 di Klaten Jawa Tengah. Ia menjalani pendidikan menengah di SMA Seminari Santo Vincentius a Paulo, Garum, Blitar, Jawa Timur (1989-1992). Gelar Sarjana Filsafat diperoleh di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta (1998) dengan skripsi berjudul, “Keadilan

Anak Menikah Dini

Pemerintah diharapkan mampu menerapkan kebijakan yang menjamin akses pendidikan bagi anak yang melakukan pernikahan dini. Hal ini terkait upaya menangani dampak perkawinan pada usia anak yang masih kerap terjadi di Indonesia. “Seharusnya hak pendidikannya (anak yang menikah dini) tidak berkurang,”

Evaluasi Debat Capres

Sejumlah pakar dan akademisi mengkritisi debat calon wakil presiden (cawapres) yang kurang memuaskan. Hal itu karena banyak akar masalah bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya yang belum terungkap dan debat terkesan normatif. Hal itu dikemukakan para pakar dalam diskusi

Debat Pendidikan

Persoalan mendasar pendidikan perlu diperdebatkan agar diperoleh solusi jernih dan rasional, bukan sekedar lontaran jargon, janji-janji manis, dan solusi absurd yang tidak bisa diterapkan di lapangan. Debat ketiga Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) menjadi momen untuk menguji

Pendidikan Keagamaan

Naskah Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan begitu tersiar ke publik langsung menuai pro dan kontra. RUU terkesan dipaksakan. Ada apa di balik RUU ini? Urgensi sebuah UU bisa dilihat dari bagian pertimbangannya. Pertama, RUU ini dibuat untuk